February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

AnginMammiri yg sejuk

Search

Logika Politik

January 28th, 2010 by haerulsohib

Logika politik itu sederhana, yaitu KEKUASAAN, dengan kekuasaan mereka bisa mengeksplorasi lima unsur  semau mereka,  yaitu, air,tanah,udara,api dan logam. Sehingga dengan kerakusan itu aku yakin tak ada kepuasan yang mereka peroleh, mereka akan mengeksplorasi terus dan mencari, terus mencari, bahkan nurani kita juga mereka coba eksplorasi.

Bahkan pikiran kita akan dieksplorasi dengan tujuan menyeragamkan pemahaman, satu kerangka pikir, sehingga bisa didikte bahkan tak bisa melawan dengan kediktaktorannya. itulah politik yang banyak terjadi. Tapi percayalah, bahwa semua itu tidak abadi.

Tinggal satu yang mereka tidak bisa beli dariku, yaitu unsur angin, angin yang keluar dari belakangku alias kentut, hehe.., adakah politisi busuk yang mau beli kentutku itu?

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Lempar Melempar

January 26th, 2010 by haerulsohib

Lempar mangga sembunyi tangan,

Lempar uang pesan pasal,

Lempar baju kegerahan,

Lempar sendal ada anjing,

Lempar batu saat demo,

Lempar kasus saling menuding,

Lempar tanggung jawab sungguh pengecut.

Jadi lebih baik makan lemper yang tidak kerempes.

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Sistem Pemerintahan?

January 25th, 2010 by haerulsohib

“Indonesia menganut sistem presidensial bukan parlementer”, seperti kata iklan, apapun itu sistemnya, yang penting tidak merugikan masyarakat dan tidak membohongi rakyat. Masyarakat hanya inginkan keadilan, kejujuran, kesejahteraan, dan kehidupan yang harmonis.

Dalam sistem kerajaan saja, jika pelaksanaannya tidak sewenang-wenang dan penuh intrik dan kerakusan maka tentramlah rakyatnya, Bukankah negara, kerajaan atau apalah namanya, di mana di dalamnya ada manusia yang menghidupkan suasana maka rakyatlah sebenarnya yang menjadi kekuatan atau cikal bakal keberadaan suatu bangsa.

Jadi, apapun sistemnya, kalau pemerintahan dengan niat tulus untuk kemanusiaan adalah, sangat mulia. memang tak semudah itu menjalankannya, tetapi dengan kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin, maka ia bisa memperlakukan segala bentuk kebaikan dengan kinerjanya. Dan tentu saja, seorang pemimpin lahir dari sebuah proses, bukan untuk menjadi penindas atau malah beringas dengan segala akal bulusnya.

Pemimpin memiliki daya kekuatan pikiran yang luar biasa, bukan ambisi terhadap harta, kekuasaan dan kebejatan lainnya, Pemimpin adalah pelindung rakyat, itu yang seharusnya yang aku pahami.

Apakah Anda dilahirkan sebagai pemimpin?, mungkin pembaca punya jawaban sendiri?, bagi penulis adalah Iya, minimal bisa memimpin diri sendiri. :D salam.

Hidup Rakyat !!!

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Inikah Orang Kaya?

January 24th, 2010 by haerulsohib

Apa jadinya kalau seorang anak begitu dimanja oleh orang tuanya, dan si anak memang belum mengerti arti manja dari orang tuanya. kebanyakan yang terjadi, anak-anak yang manja atau biasa aku dengar dengan istilah “anak mami” ingin selalu dipenuhi segera keinginannya.

Maksud orang tua mungkin baik, namun yang namanya manusia, jika sudah dalam kemanjaan yang sangat, maka ia lupa dan terlena, bahkan si anak merasa telah menjadi raja berangkali. lihatlah kelakuan mereka, jika keinginannya tidak terpenuhi maka ada-ada saja ekspresi yang ditampilkan, seperti merengek dengan keras, melempar barang-barang yang ada di dekatnya, bahkan ada juga yang memukul orang tuanya, tapi untunglah karena si anak badannya masih kecil maka kekuatan yang dikeluarkan masih dalam taraf toleransi.

Bahkan menurutku, anak yang manjanya sedemikian itu tanpa ada strategi untuk mengasuhnya maka jika ia tumbuh dewasa atau remaja nanti bisa jadi menjadi anak yang gampang rapuh, dapat kesulitan sedikit saja langsung goyah atau “mental kerupuk” serta cepat putus asa.

Hal itu mungkin masih mending, tapi kalau si anak tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan maka bisa saja ia menggunakan berbagai cara untuk mendapatkannya, baik halal maupun haram, atau campuran antara keduanya.

Jika kebanyakan orang tua mendidik anak dengan kemanjaan yang sangat di negeri ini, bagaimanakah model negara ini kelak?. dikhawatirkan, jika negeri ini hanya dipenuhi oleh orang-orang yang manja maka negara bisa terjajah lagi dan hanya menjadi bangsa konsumer saja, hanya ingin ekspres atau tinggal jagi, masa bodoh.

Seorang anak orang kaya pernah aku temui saat aku bertamu di rumahnya yang cukup mewah. saat anaknya itu minum susu, susunya kehabisan, terus si anak masih kepingin, karena kebetulan susunya habis dan toko yang menjual susu juga jauh maka keinginannya belum terpenuhi. Dan si anak dengan entengnya langsung melemparkan gelas kaca yang bagus bentuknya itu ke dinding, dan pecahlah gelas itu. Orang tuanya hanya menggeleng-geleng kepala dan segera menyuruh pembantunya untuk lari ke toko membeli susu. weleh…

Apakah ini cara hidup orang kaya, pasti ia akan berkata “Kok usil sih kamu, mau gelas kek pecah, mau rumah yang hancur, toh itu bukan milikmu?, bukan duitmu yang dipakai”, okelah, tapi seandainya, suaminya yang mencari nafkah adalah pejabat tinggi di departemen dan korupsi,  apakah itu bukan duit kita? atau duit rakyat, hehe…kalau pengusaha sih ngak masalah.

Tapi apapun alasannnya, perbuatan melempar gelas seperti itu bukan mencerminkan orang kaya, tetapi orang kayak setan. :D

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Tips untuk lolos dari jeratan hukum bagi pelaku korupsi

January 14th, 2010 by haerulsohib and tagged , , ,

Cara efektif untuk lolos dari kasus korupsi atau perampokan adalah surat keterangan dari dokter kalau terdakwa atau tersangka sakit, seperti zaman orde baru dulu, jadi kalau sakit, proses hukum bisa diulur-ulur seperti layangan dan akhirnya hilang terhempas angin kencang, Andaikan aku sebagai dokternya, maka aku akan memberikan surat keterangan sakit “jiwa/mental” dan wajib dijebloskan dalam penjara khusus yang penuh dengan kecoak-kecoak sebagai menu utama. :D, Gimana? ada yg setuju?,

Posted in Tak Berkategori | 1 Comment »

Gurita (Cerita Akhir Tahun)

December 31st, 2009 by haerulsohib and tagged , ,

Akhir tahun masehi di negeriku belumlah reda hujan deras, dan juga belumlah reda keributan-keributan yang entah siapa yang memulai, ataukah keributan itu secara simultan terjadi begitu saja, ada asap maka ada api, tapi tidak selamanya asap itu berasal dari api, di musim dingin yang sangat di beberapa negeri yang memiliki musim salju juga mengeluarkan asap dari mulut-mulut mereka padahal tak ada api. Tapi yang jelas, kalau asap itu ada karena ada reaksi kimia yang terjadi atau perpindahan bentuk materi ke bentuk materi lain akibat pengaruh titik beku, titik didih atau titik, ngak perlu dibahas, karena ini adalah cakupan kimia yang rumit.

Negeriku yang kaya sumber alamnya, ramah penduduknya, semangat gotong royongnya patut diacungi jempol, solidaritas dan toleransi antar umat beragama baik-baik saja, memiliki musik dangdut yang konon sebagai musik pemersatu, budaya yang beraneka ragam, dan lain-lain sebagainya. Tapi itu hanya aku dapatkan di bangku sekolah beberapa tahun yang silam, di mana sekolahku saat itu terdapat dua kepala sekolah, padahal satu bangunan, dan timbul pertanyaan, apakah dengan dua kepala sekolah anak-anak seperti diriku bakal jadi anak cerdas?, apakah ini pengajaran yang pas untuk menjadi pemimpin. Dan ternyata, satu bangunan itu terdapat dua sekolah, mungkin karena saat itu negeri ini kelebihan pemimpin maka dibagilah jatah kekuasaan masing-masing. Itu dulu, dan sekarang mungkin sudah beda dan sekolah itu sepertinya sudah berdiri sendiri tapi tetap di bawah naungan Departemen Pendidikan.

Akhir tahun di setiap tahunnya selalu saja ada cerita, pernah beberapa tahun yang lalu Indonesia harus bersedih yang sangat sangat sangat menyedihkan, kerugian dan mungkin trauma itu masih membekas sampai sekarang, tsunami yang menggemparkan itu telah merengut jiwa-jiwa bangsa ini. sungguh tragis, namun itulah bencana yang tidak bisa ditolak. Salah satu tanda kemahaperkasaan Allah, walau kita tahu kalau manusia juga mampu membuat bom atom yang ledakannya cukup dahsyat, tapi satu yang pasti bahwa manusia tak ada yang abadi. Itu hanya sebagian kecil ilmu yang diberikan oleh Allah. dan manusia juga bisa membuat bencana, hanya menanamkan reaktor ke dalam laut, maka tsunami buatan dapat terjadi.

Setelah beberapa tahun lewat dan memasuki babak berikutnya dalam kehidupan bernegara, negeri ini serasa tidak sepi dengan berbagai peristiwa dan permasalahan, gempa yang terjadi di Padang kembali mengiris kalbu, namun sebagai manusia biasa yang ingin menjadi luar biasa, hanya pasrah dan bertawakal.

Kemudian ada lagi persoalan yang terjadi karena ambisi, gengsi mungkin, atau malah kerakusan akan sebuah kursi dan kekuasaan. Media-pun tak pernah sepi dengan berita heboh, masyarakat kembali terperangah dan timbul pertanyaan “What’s going on?”, politik nampaknya yang paling sering menghiasi media. pemilu tahun 2009 menyisakan beberapa sengketa *kayak sengketa tanah saja*, masih ingat cicak vs buaya, salah satu kasus yang juga menghebohkan, seperti sebuah sinetron yang membuat penontonnya harus tegang dan ikut-ikutan men-judge peran yang tidak disukainya.
Kemudian ada juga persoalan tentang klaim mengklaim, berangkali salah satu tamparan bagi negeri ini untuk menghargai budaya sendiri, melestarikan, menjaga dengan sebaik-baiknya, dan tentu saja masyarakat dan bersama pemerintah harus bangga dengan keberadaan bangsa ini, tidak hanya sibuk berpolitik yang ujung-ujungnya penuh taktik yang juga mengelitik.

Manohara, Prita Mulyasari, dan sederatan cerita lainnya juga ikut meramaikan perjalanan bangsa ini. dan juga berita tentang kematian mantan presiden Abdur Rahman Wahid atau Gusdur yang semasa hidupnya juga dipenuhi kontroversi, semoga masyarakat semakin cerdas dengan pemberitaan media. Semoga Gusdur mendapatkan tempat yang terbaik di alam sana.

Dan ada juga yang cukup menghebohkan, buku yang ditulis oleh lelaki gondrong dengan memakai istilah binatang laut “Gurita” telah menuai perdebatan, hingga kemarin aku menyaksikan di tv bagaimana si penulis itu menampar pakai buku di muka umum yang disorot kamera kepada seorang lelaki, terkait isi dari buku itu. Kejadian yang cukup berani, entah pasal berapa yang akan menjeratnya.

Gurita yang memiliki banyak tentakel tentu leluasa memegang/mengait beberapa karang sekaligus jika dibandingkan dengan manusia yang hanya memiliki dua tangan yang hanya bisa memegang dengan kedua tangannya, satu tangan bisa saja memegang mouse computer dan tangan lainnya bisa saja memegang segelas kopi. Atau juga bisa memegang benda-benda lainnya tapi ngak seluwes gurita hanya sebatas kedua tangan itu.

Sayang, aku tidak bisa berkomentar banyak tentang buku itu karena belum membacanya alias ngak punya, tapi menurutku itu adalah termasuk persoalan besar dan tentu rumit bagi masyarakat awam seperti diriku ini, yang aku harapkan hanyalah, semoga bangsa ini, baik yang gundul maupun yang keriting rambutnya tetaplah akur alias ngak usahlah ribut-ribut, masih banyak persoalan yang perlu segera diselesaikan. Dan ingat perbedaan itu adalah wajar dan penuh hikmah, namun perpolitikan di Indonesia sungguh ruwet, bercabang-cabang kasusnya, mungkin seperti tentakel-tentakel gurita tadi.

Tapi ingat, gurita itu adalah gundul dan keriting tetap akur, gimana? Setuju khan?. dan aku ucapin..

HAPPY NEW YEAR 2010, Masehi..

Masa lalu telah lewat dan tak mungkin bisa dibalikkan,

Masa Kini adalah kenyataan, masa yang menentukan setiap langkah ke depannya.

Masa depan tak perlu dikhawatirkan, jika doa dan usaha telah bersinersi maka berkahlah segalanya..

Haerulsohib, mencuplik dari buku tapi lupa judulnya…

By : Haerulsohib, akhir tahun masehi 2009, ayo senyum, seperti kalimat bijak yang pernah aku baca “Senyum adalah sedekah”, tapi pertanyaannya sekarang adalah, jika anak muda seperti saya tersenyum sama seorang cewek cantik, apakah itu termasuk sedekah?,:)

Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »

Infotaiment apa impoten sih?

December 26th, 2009 by haerulsohib and tagged ,

(Sebuah analisis tentang gerak manusia di dunia hibur menghibur)

Jika masyarakat dengan pendidikan di bawah standar yang notabene hanya mengejar angka-angka di sekolahan, jadinya akan menyukai tanyangan-tanyangan yg ngak bermutu, dan terkesan mau tau aja gaya hidup selebritis yang kadang betisnya diperlihatkan sebagai nilai jual. Tidak ada yang perlu dipersalahkan di sini, tapi lebih dari itu karakter bangsa ini sudah selayaknya wajib diubah ke arah yang positif. Agar dapat memilah mana yang layak dan sesuai kebutuhan dan mana yang merupakan sampah informasi, misalnya tulisan ini, kalau mereka mengganggap ini sampah silahkan saja dibakar, tapi yang rugi siapa? Tentu yang membakarnya khan, kenapa? Sebelum ia membakarnya pasti terlebih dahulu beli korek dengan duitnya, kedua, yang mau dibakar apanya, toh bacanya di depan monitor. Hehe, * jangan diambil hati ya, ambil saja cemilan dan lanjut bacanya, gimana? Asik khan? *

Dan seandainya semua masyarakat menyukai ilmu yang bermanfaat maka stasiun TV juga akan menayangkan banyak program yg bermanfaat dan malah akan berlomba-lomba, dan tentu saja, dampaknya akan sangat-sangat positif. Saya yakin, Negara ini menjadi Negara maju yang setaraf dengan Negara-negara maju lainnya atau malah Negara kita menjadi Negara yang paling top sedunia * Maaf bukan iklan ya*

Dan seandainya semua masyarakat tidak menyukai TV maka impotenlah usaha pertelevisian di negeri ini bahkan bangkrut alias gulung tikar alias guling-guling di lantai dan menangis-nangis. Jelas saja, tidak ada permirsa, dan bahkan iklan yang mau nebeng enggan. Tapi kenyataannya TV sudah seolah menjadi santapan wajib, apalagi ibu-ibu rumah tangga yang gemar nonton sinetron yang berjilid-jilid dan mudah ditebak endinnya atau menampilkan model rumah dan model mobil bahkan menampilkan penampilan selebritis yang sudah dipoles. * emangnya ini tayangan profil property? Atau otomotif?*

Misalnya ada selebritis yang memerankan pengemis, dalam sinetron itu kaku banget, ngak mirip betul pengemis hanya mirip pengemis cinta. Jadi sungguh membosankan. dan memang kembali lagi ke masyarakat, bukankah terbentuknya suatu Negara karena di dalamnya ada yang namanya rakyat, masyarakat atau apapun namanya yang penting adalah mereka bersosialisasi.
Jadi kualitas dari TV sepertinya juga harus dibangun dari kualitas masyarakat itu sendiri, kalau masyarakat sudah bête bahkan sudah menganggap itu adalah program yang tidak perlu, maka dengan sendirinya tayangan itu menjadi turun ratingnya dan kalau sudah begitu maka program itu bubar. Jadi kecerdasan dan kreaifitas nampaknya sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang berkualitas dan beradab pastinya, bukan masyarakat yang gemar nonton gosip atau menghabiskan hidupnya hanya menonton sinetron yang kalau aku lihat tangisan dalam sinetron itu seperti seorang yang sedang sakit perut.

Posted in Tak Berkategori | 4 Comments »

Koin Prita, Bank Century dan Kekuatan Media

December 23rd, 2009 by haerulsohib and tagged , , ,

Prita nampaknya telah berhasil menggalang massa dalam bentuk simpati mengumpulkan koin, ini sebuah tanda bahwa rakyat indonesia masih memiliki jiwa atau rasa keadilan dan juga kepedulian sosial, walau sebenarnya sebagian rakyat tidak tahu proses pengadilan yang sedang berjalan atau apa isi dari “curahan hati” si ibu Prita di milis itu, hingga perkaranya sampai ke pengadilan. bagi masyarakat awam, keadilan itu adalah jati diri rakyat kecil dan sesuatu yang berharga, walau sebenarnya si Ibu prita bukanlah rakyat biasa atau masyarakat kebanyakan atau rakyat kecil, kenapa aku berkata demikian?, karena rumah sakit yang bertaraf internasional itu adalah tempat berobat bagi orang-orang yang memiliki setidaknya jenis keuangan yang ribet *Mapan alias kaya-lah* seperti kartu kredit, kartu debet, cek and giro ataupun asuransi yang mahal. dan tentu saja hal ini tidak dimiliki oleh orang-orang seperti pak Karman, Bu Ijah, yang notabene adalah penjual sayur di pasar tradisional.

Bagi bu Ijah, pak Karman pasti kaget jika melihat model rumah sakit yang bertaraf internasional itu, apalagi peralatan yang dimilikinya pasti kebingungan, bagi mereka, puskesmas sudah cukup, itupun hanya keadaan yang terpaksa saja, karena mereka memikirkan biaya.

Masyarakat awam atau kita sebut saja masyarakat kelas bawah memiliki pola keadilan tersendiri, ia tak peduli undang-undang yang telah bergulir dan atau telah disahkan oleh DPR dan Presiden, mereka akan membela orang-orang yang secara kasak mata lebih kecil dari lawannya, yang memiliki power yang lebih besar. Ini mungkin karena sekian lama masyarakat tertahan rasa keadilannya atau terinjak-injak, karena bentuk keadilan orang-orang kelas atas akan beda dengan keadilan yang mereka anut.

Walau bagaimanapun keberhasilan Prita adalah bentuk kerjasamanya dengan media yang selama ini memberitakannya, pihak Prita sangat mengerti kalau media adalah senjata ampuh untuk melawan “Ketidakadilan” itu, dalam sejarah bangsa ini, media juga telah merubah tatanan politik suatu pemerintahan, namun kasus Prita adalah kasus yang mudah dicerna oleh masyarakat sehingga dukungannnya banyak. Kalau dibandingkan dengan kasus bank century, sebagian masyarakat awam masih bingung, “ada apa dengan bank Century?” padahal selama ini masyarakat awam yang berada di pedesaan misalnya, hanya tahu BRI, BNI, Mandiri hanya beberapa saja. Tapi setelah ada kasus seperti ini maka nama Bank Century semakin dikenal oleh masyarakat, dari kotamadya hingga kelurahan. Dan ada juga yang pernah bertanya “apa itu hak Angket?”, maka aku menjawab saja dengan asal, “Yaitu hak kamu untuk hidup layak”. Iapun hanya mengangguk, dan aku hanya tertawa dalam hati, padahal aku juga belum mengerti, hanya sok tahu.

Kasus pencurian semangka, kakao, dan kelas teri lainnya juga pernah diberitakan oleh media, namun anehnya kasus ini tidak seheboh dengan kasus Prita, dan kasusnya juga sangat sederhana dan mudah dicerna, lebih mudah dari kasus Prita. Apakah ini mungkin karena pelaku pencurian itu tidak mengerti atau tidak tahu caranya mencari dukungan? Ataukah ia tidak memiliki kawan-kawan di media, sehingga kasusnya tidak seheboh kasus Prita dan juga tidak mendapatkan dukungan berbentuk koin juga.
Menurut penulis, akan lebih baik jika seandainya ada dukungan seperti ini “Koin Peduli untuk kaum papah agar tidak mencuri lagi”. Dan untuk kasus korupsi akan lebih baik kalau kalimatnya seperti ini “Aksi pengumpulan Sendal Jepit untuk Menamparkannya ke wajah Koruptor agar tobat”.

Aku yakin, di setiap Negara tak ada yang sempurna konsep dan tatanan hukumnya. Pasti ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang mengerti bidang itu. Tetapi naluri manusia menginginkan kehidupan yang damai, tentram dan aman pastinya. Tetapi, ternyata tak mudah untuk mendapatkan itu semua, karena manusia dengan manusia lainnya berbeda kepentingan.
Jadi, cara yang terbaik adalah melapangkan pendidikan atau pemahaman ilmu kepada masyarakat agar mereka bijak dalam menyikapi persoalan hidup ini, seperti kalimat yang pernah aku baca *kalau ngak salah* “Ingin menguasai dunia, kuasai ilmu, Ingin kuasai akhirat, kuasailah ilmu, ingin kedua-duanya, kuasailah ilmu”.

Sebenarnya dari kasus Prita dan apa yang telah dilakukannya, telah memberikan pelajaran di kedua belah pihak atau mengambil hikmahnya. Dari sisi Prita, semoga masyarakat yang ingin mengajukan keberatannya atau keluhannya tentang pelayanan publik sebaiknya menggunakan kalimat yang layak walau agak tajam berangkali. Dan dari pihak rumah sakit dalam hal ini adalah pelayan publik agar memberikan pelayanan yang lebih baik dan professional, apalagi rumah sakit dengan taraf internasional. Dan yang terpenting lagi bahwa, masyarakat sekarang sudah layak tahu Hukum atau ‘ngak ongol lagi tentang hukum’, saatnya masyarakat wajib tahu banyak tentang informasi hukum.

Dan aku sendiri juga telah belajar dari kasus ini, bahwa peranan media sangat penting. Jadi jika esok hari aku ingin cari jodoh maka aku manfaatkan saja media dan mencari dukungan dengan kalimat seperti ini “Lelaki unik mencari Jodoh, ada yang mau silahkan daftar!”, dan ingat !,  blog juga adalah salah satu media yang ampuh. Yuk, ngeblog…:)

by : Haerulsohib, Makassar 23 Desember 2009

Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »

Curhat Masa Lalu Tentang Ibu

December 22nd, 2009 by haerulsohib and tagged , , ,

Aku masih ingat perempuan itu merangkulku, menciumiku, bahkan membersihkan kotoran dari duburku. dan sungguh aku sangat sedih sampai saat ini belum berbuat banyak untuk membuatnya bahagia. Oh, mama, hari ini aku teringat segala perjuanganmu, saat kami semua lapar engkau berjuang untuk mendapatkan makanan untuk kami, sementara ayah sudah tiada, kamu sendiri bersusah payah membesarkan anak-anakmu, Aku ingat bagaimana perlakuan mereka yang memandang sebelah mata padamu dan pada anak-anakmu, namun cintamu begitu besar hingga kami bisa seperti sekarang ini. semoga aku bisa membahagiakanmu mama.
Mama,doakan anakmu agar bisa mewujudkan keinginanmu itu. Amin…

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Kasih dan cinta di Tahun Baru Hijriah

December 18th, 2009 by haerulsohib and tagged , , , , ,

Kasih dan cinta apakah beda?, ataukah beda tipis seperti roti dan bolu?, ataukah seperti coto dan pallubasa?, Oke, ngak usah pusing-pusing memikirkannya karena hari ini adalah hari memasuki tahun baru Hijriah yang penuh kasih dan cinta serta kedamaian walau ditandai dengan hujan keras. dan itu adalah curahan dari sang maha Kekasih, Maha pemberi cinta dan tentunya maha segala-galanya.

Cinta dan kasih seorang ibu yang tulus itu dari manakah datangnya?, kebaikan yang tak terhitung jumlahnya serta nikmat-nikmat yang mungkin orang lain tak tahu dan hanya kita yang tahu. Maka di tahun baru Hijriah ini, manusia yang masih bernafas, berpikir mudah-mudahan, dan beraktivitas yang sudah kewajibannya masih merasakan udara bumi yang sejuk, dingin, panas, dan mungkin juga gerah, tapi itu semua adalah siklus yang sudah wajib ada selama kehidupan di bumi ini.

kita takkan mungkin merasakan nikmatnya kenyang jika kita tidak merasakan lapar terlebih dahulu. Kita tidak akan merasakan nikmatnya kesegaran setelah mandi tanpa terlebih dahulu merasakan gerah atau kulit berminyak. semua itu sudah menjadi rumus pasti dari yang menciptakan alam kehidupan ini, yang telah menggulirkan waktu dengan tatanan kehendakNya, dan manusia tak berdaya mengimbangi waktu yang terus saja meraung hingga tiba masanya. Untuk itu, izinkanlah aku mengucapkan dengan tulus,

Selamat tahun baru Hijriah saudara-saudaraku yang juga sohib-sohibku semua, semoga kasihNya, CintaNya, dan segala kebaikan yang terbentang luas di alam ini senantiasa merangkul, aminnnn.

* Pallubasa adalah hidangan yang hampir mirip dengan coto, cuman kalau pallubasa memakai kelapa dan dihidangkan serta paling cocok dengan nasi putih bukan ketupat, seperti pada coto.

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

« Previous Entries